JogjaKUSejarah

May Day, Dirayakan Tiap 1 Mei Ini Sejarah Hari Buruh

0
May Day Sejarah Hari Buruh

STARJOGJA.COM, Hari Buruh atau May Day selalu diperingati secara internasional setiap tahun pada tanggal 1 Mei. Hari Buruh dirayakan oleh para pekerja dan gerakan buruh di banyak negara di seluruh dunia. Oleh karena itu, perayaan Hari Buruh juga dikenal sebagai Hari Pekerja Internasional.

Merujuk pada UU Nomor 13 Tahun 2003, buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Lantas bagaimana sejarah Hari Buruh dan bagaimana awal mula perayaannya di Indonesia?

Dikutip dari laman Kemdikbud, sejarah Hari Buruh atau May Day berawal dari solidaritas para pekerja dalam rangka memperingati Kerusuhan Haymarket (Haymarket Riot) di Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1886.

Kejadian itu berawal dari aksi unjuk rasa buruh perusahaan McCormick Harvesting Machine Company pada tanggal 3 Mei 1886. Demonstrasi awalnya dilakukan untuk memperjuangkan hak-hak buruh dan pemberlakuan delapan jam kerja sehari di Amerika Serikat. Perusahaan yang memaksa buruh bekerja selama 14, 16, bahkan 18 jam dalam sehari dituntut untuk mengurangi jam kerja menjadi maksimal 8 jam perhari.

Pada aksi unjuk rasa itu, terjadi kerusuhan yang mengakibatkan seorang buruh tewas dan beberapa lainnya terluka. Kerusuhan yang menimbulkan korban jiwa tersebut terjadi ketika polisi mencoba membubarkan pengunjuk rasa.

Lalu pada 4 Mei 1886, para pemimpin serikat buruh mengadakan unjuk rasa di Haymarket Square untuk memprotes kebrutalan polisi. Unjuk rasa itu dihadiri oleh Wali Kota Chicago Carter Harrison, yang menyebutkan bahwa unjuk rasa di Haymarket Square adalah aksi damai.

Setelah Harrison dan sebagian besar pengunjuk rasa pergi, satu kontingen polisi datang dan meminta massa membubarkan diri. Pada saat itu, sebuah bom dilemparkan yang memicu terjadinya kerusuhan yang menewaskan tujuh petugas polisi serta empat sampai delapan warga sipil.

Adapun sosok pelempar bom yang memicu terjadinya Kerusuhan Haymarket tersebut hingga kini tidak teridentifikasi. Namun pada Agustus 1886, delapan pria yang dituduh sebagai pelaku aksi anarkis dan pemicu Kerusuhan Haymarket diadili di persidangan dan dijatuhi hukuman berat.

Pada 1890, lebih dari 300.000 orang melakukan aksi unjuk rasa pada Hari Buruh di London. Sejak saat itu, tanggal 1 Mei mulai dikenal sebagai Hari Buruh oleh para pekerja di seluruh dunia.

Alasan Hari Buruh disebut May Day

Dilansir dari laman Britanicca.com, istilah May Day merujuk pada perayaan penyambutan musim semi (spring) di Eropa yang sebelumya kerap dirayakan oleh bangsa Yunani dan Romawi. Namun kemudian, 1 Mei 1889 diperingati sebagai Hari Buruh yang bermula dari keputusan federasi internasional, kelompok sosialis, dan serikat buruh.

Pada saat itu, persatuan buruh menetapkan 1 Mei sebagai Hari Buruh untuk memeringati kerusuhan Haymarket di Chicago, Amerika Serikat pada tahun 1886. Uniknya, Amerika Serikat dan Kanada tidak merayakan Hari Buruh pada 1 Mei, melainkan pada hari Senin pertama bulan September yang dikenal dengan istilah Labor Day.

Dilansir dari laman Pemerintah Kota Surakarta, di Amerika Serikat sendiri, 1 Mei adalah Hari Loyalitas yang menjadi hari libur resmi tetapi tidak diakui secara luas. Selain itu, ada beberapa pendapat yang mengatakan bahwa alasan Amerika Serikat merayakan Hari Buruh pada Senin pertama bulan September adalah untuk menghindari peringatan kerusuhan yang terjadi pada tahun 1886.

Awal Perayaan Hari Buruh di Indonesia

Dikutip dari laman Kemdikbud, perayaan Hari Buruh di Indonesia pertama kali dilakukan pada 1 Mei 1918 oleh Serikat Buruh Kung Tang Hwee. Gagasan tersebut muncul setelah tokoh kolonial, Adolf Baars mengkritik harga sewa tanah milik kaum buruh yang terlalu murah untuk dijadikan perkebunan.

Selain itu, ia berpendapat bahwa para buruh bekerja dengan upah yang tidak layak. Tak hanya di masa pascakolonial, pada 1 Mei 1946 Kabinet Sjahrir justru menganjurkan peringatan ini. Bahkan lewat UU Nomor 12 Tahun 1948 diatur bahwa setiap 1 Mei buruh boleh tidak bekerja.

Sementara dikutip dari Kompas.com, pada era Soeharto, Hari Buruh yang disebut identik dengan ideologi komunisme saat itu sangat dilarang. Akibatnya, peringatan Hari Buruh setiap 1 Mei pada masa Orde Baru pun sempat ditiadakan.

Peringatan Hari Buruh baru kembali dapat dilakukan setelah masa Reformasi. Pada 1 Mei 2013, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan hari buruh sebagai hari libur nasional hingga saat ini.

Baca juga : Star Insight Maret 2024

Usai Kalah dari Uzbekistan, Shin Tae-yong Optimis Lolos Olimpiade Paris

Previous article

Jangan Berikan Penurun Demam Setelah Anak diimunisasi

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in JogjaKU