News

Berkat atau Musibah Adanya Ikan Asing atau Invasif di DIY?

0
ikan invasif
ikan invasif di DIY (yeye)

STARJOGJA.COM, Info – Pernah menjumpai ikan asing atau ikan invasif di sungai atau toko perikanan di DIY? Padahal sebaran ikan invasif berbahaya dan merugikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini diketahui telah menyebabkan ancaman yang sangat signifikan terhadap keleatarian ekosistem alami lokal.

Himawan Achmad, S.Pi, M.Sc Pengendali Hama Penyakit Ikan Ahli Muda Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan DIY mengatakan ikan tersebut dilarang masuk karena dapat menimbulkan dampak negatif terhadap keanekaragaman hayati, kerusakan ekosistem dan lingkungan, kerugian ekonomi dan atau kesehatan manusia.

“Menyebabkan kerugian secara ekonomi secara lingkungan dan menekan populasi ikan lain. ikan asing itu jenis ikan yang diintoroduksi dari luar habitat aslinya ke habitat yang baru. Ikan tersebut berkembang lebih dari seharusnya sehingga menyebabkan invasif bagi ikan yang lain. Ikan berbahaya dan merugikan itu jenis ikan bisa bersifat parasif dan mengandung racun dan dapat membahayakan manusia. merugikan itu dapat menekan populasi yang lain,” katanya Rabu (15/5/2024).

Himawan mengatakan pemerintah memiliki aturan terkait dengan ikan asing atau ikan invasif masuk perairan atau wilayah Indonesia. Dalam aturan itu menyebutkan ada jenis ikan yang oleh pemerintah dilarang untuk dibudidayakan.

“Ada peraturan menteri kelautan perikanan no 19 tahun 2020 yang mengatur 76 jenis ikan yang dilarang dimasukan, dibudidayakan, dipelihara dan diperdagangkan,” katanya.

Himawan mengatakan dalam berbagai penelitian dari akdamisi dan pihaknya di lapangan, menemukan wilayah DIY sudah terinteroduksi. Ia mencontohkan di Waduk Sermo Kulonprogo sudah ditemukan invasif di sana.

“Itu disana mereka populasi ikan red devils termasuk di sungai di Bantul, Sleman, ada ikan jaguar siklid, ada jugaConvict Cichlid, awalnya dimasukkan di negara kita sebagai ikan hias, lewat ilegal dan pengawasan dan pengendalian maka banyak yang membudidayakan, masayarakat dilepaskan,” katanya.

Ikan Convict Cichlid dari Afrika itu memiliki daya tahan hidup tinggi sehingga membuat ikan lokal kalah. Tercatat tahun 2019 ditemukan aligator gat di sungai Progo, Winongo.

“tahun 2021 di Bugisan ada ikan aligator, dia memang tidak menyerang tapi kalau mendekat atau terdesak maka akan menyerang. Kami selama ini kerjasama dengan instansi agar bagaimana tidak ada pelepasliaran oleh masyarakat,” katanya.

“DI DIY tahun 2016 ada pemetaan ikan invasif baik diperairan atau pusat perdagangan ikan. Seperti di waduk sermo kaliopak kali bedog. jenis invasif di temukan di sungai tersebut sama ada sapu sapu , red devils, jaguar siklit dan di utra sleman konvi siklit. di pusat perdagangan ikan hias ikan sapu sapu ada aligator ada piranha dan ada arapaima,” katanya.

Menambahkan, Dwi Lantiani, Spi, Msc Ketua Tim Kerja Karantina Ikan Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan DIY mengatakan banyaknya ikan invasif di DIY karena beberapa faktor. Salah satunya karena hobi masyarakat.

“Mereka suka mencari yang unik karena hobi. Terkadang saat ini apa yang sedang booming, itu terlihat di lalu lintas pengiriman. Ikan invasif itu yang memang pecintanya hobi baru mereka dikembangkan menjadi salah satu sumber ekonomi. dibudidayakan dan bisa dipasarkan,” katanya.

“Selama ini kita pengawasan, kita lakukan pemetaan ikan invasif misal ada di toko ada ikan invasif maka kita koordinasi dengan dinas yang menangani seperti dinas keluatan dan perikanan,” katanya.

Baca juga : Inilah Beberapa Jenis Ikan Yang Dilarang Untuk Dibudidayakan

Bayu

Masyarakat Diajak Melaporkan Peredaran Rokok Ilegal

Previous article

Kevin Sanjaya Sukamuljo Mundur dari Pelatnas

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News