Kab KulonprogoNews

Warga Terdampak Bandara Bisa Mulai Bangun Rumah Akhir Februari

0

Warga terdampak pembangunan bandara di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulon Progo, dapat mulai membangun rumah di lokasi relokasi pada minggu ketiga Februari atau awal Maret 2017.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUP-KP) Kulon Progo Zahram Asurawan di Kulon Progo, Sabtu, mengatakan pengurukan lahan relokasi dan pembuatan jalan yang akan dilalui armada material dilaksanakan sejak 2 Februari dan ditargetkan selesai empat bulan ke depan.

“Warga terdampak bandara sudah bisa membangun rumah di lokasi yang telah dipilih pada minggu ketiga Februari,” kata Zahram.

Ia mengatakan Pemkab Kulon Progo telah menganggarkan Rp19 miliar untuk pengurukan di lahan relokasi yakni Desa Palihan, Glagah, Kebonrejo, Jangkaran dan Janten. Luas lahan relokasi di Glagah dan Palihan masing-masing 58 hektare dan 60 hektare, Kebonrejo 1,4 hektare, Janten satu hektare dan Jangkaran 1.800 hektare.

“Anggaran material pengurukan Rp19 miliar, tapi setelah dilelang ada pihak ketiga yang berani Rp16 miliar,” katanya.

Zahram mengatakan tipe rumah yang ditawarkan ada tiga, yakni tipe 45 dengan kisaran Rp200 juta hingga Rp250 juta, tipe 65 berkisar Rp300 juta sampai Rp350 juta dan tipe 100 berkisar Rp500 juta hingga Rp600 juta.

“Harga tersebut rata-rata di pasaran umum. Rumah relokasi ini akan dibangun sendiri oleh masyarakat, sehingga biaya lebih murah,” kata dia.

Selain itu, lanjut Zahram, pemkab mendapat bantuan pembangunan rumah tapak bagi warga terdampak bandara yang menggunakan tanah magersari di lahan Puro Pakualaman (PAG). DPUP-KP mengusulkan 100 unit rumah untuk warga terdampak bandara, oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) disetujui semua.

Namun, warga terdampak bandara yang mendaftar menggunakan tanah magersari baru 46 KK. Sehingga, nanti bangunan yang dibangun sesuai permintaan masyarakat.

Luas lahan yang digunakan untuk pembangunan perumahan dengan magersari seluas 1,5 hektare di Girigondo, Kaligintung.

Bantul Digelontor Tambahan 8 % Elpiji Bersubsidi

Previous article

Fantastis, PSS Dapat Rp1 Miliar dari Torabika

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *