FeatureKab Sleman

Belasan Timbunan Sampah Liar Ditemukan di Sleman

0
pembuang sampah sleman
timbunan sampah liar di Sleman (foto : Harian Jogja)

STARJOGJA.COM, Sleman – Sampah masih menjadi masalah bagi Kabupaten Sleman. Sebab muncul timbunan sampah liar di Sleman di tahun 2019 ini. Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pelayanan Persampahan DLH Kabupaten Sleman, Sri Restuti Nurhidayah mengatakan setidaknya ada 15 timbunan sampah liar ditemukan di Sleman. Sampah liar itu ditemukan di pinggir jalan hingga di pinggir sungai.

“Timbunan sampah liar depannya ada tiga titik di Nogotirto, Tridadi itu ada sampah liar. Biasanya di pinggir sungai alasannya buat urug lalu ada sampah lagi sampai menggunung di Sambilegi juga ada,” katanya kepada Starjogja 101,3 FM Kamis (14/3/2019).

Restuti menjelaskan ke-15 timbunan sampah tersebut tersebar di wilayah yang bersentuhan dengan perkotaan, seperti Depok, Mlati, dan Seyegan. Pihaknya,  sudah mengkoordinasikan permasalahan tersebut ke wilayah setempat terkait dengan penangannya.

Baca Juga :  Peningkatan Sampah di Sleman Capai 500 Ton per Hari

“Unisa di Casa Grande ada tumpukan sampah liar di Tempel juga ada, Flyover Jombor. kemarin ada di Gamping juga ada. Kita identifikasi itu dari mana kalo di jalan itu bukan warga sekitar kalo pinggir sungai itu dari warga biasanya,” katanya.

Restuti mengatakan kondisi ini karena tingginya produksi sampah di Sleman. Jika di total perhari sampah di Sleman mencapai 800 ton sampah.

“Sampah itu mengikuti jumlah penduduk kalo Sleman itu 1,1 Juta masing masing memproduksi sampah 0,65 kg perhari kalo ditotal sampai 700-800 ton perhari itu didominasi sampah rumah tangga,” katanya.

Pengelolaan sampah di Sleman terutama sampah rumah tangga akan diarahkan di transfer depo sampah yang berjumlah 15. Setelah dilakukan pengelolaan sampah itu baru dikirim ke TPA Piyungan.

“Kabupaten Sleman ada 15 transfer Dipo masalah memenuhi itu tergantung sampah depo itu akan kami bawa ke Piyungan,” katanya.

Ia mengatakan penyortiran sampah dimulai dari sumber pertama yaitu dari rumah warga atau tingkat RT. Sampah jenis plastik, kertas dan botol dipisahkan.

“Plastik kertas dan botol sampai di tranfer depo itu hanya residu saja. Maka ditekankan sekali pemilahan sampah,” katanya.

Ia mengatakan saat ini masyarakat dinilai masih kurang kesadaran soal sampah. Oleh karena itu sosialisasi soal pengelolaan sampah terus dilakukan Pemkab Sleman.

“Tentunya ada yang belum mengetahui informasi. Ini informasi dan sosialisasi kita berikan lalu kita tahu kebutuhan warga itu apa sehingga bisa fasilitasi warga apa,” katanya.

Bea Cukai Jelaskan Aturan Beli Barang dari Luar Negeri

Previous article

Adib Nadim Pelajar Indonesia Bebas dari Penyanderaan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature