Flash Info

Indonesia Pembuang Makanan Terbesar di Dunia

0
TPST Piyungan
Tumpukan Sampah di Demangan (FOTO : Istimewa )

STARJOGJA.COM, News – Rata-rata setiap orang di Indonesia membuang 300 kg makanan setiap tahun, menjadikan negara ini urutan kedua pembuang makanan terbesar di dunia setelah Saudi Arabia.

Jumlah tersebut termasuk makanan-makanan yang tidak Anda selesaikan di meja makan di rumah atau restoran, sayur dan buah layu yang setiap hari dilempar ke keranjang sampah baik di rumah maupun di pasar-pasar. Termasuk bahan makanan yang tanggal kadaluarsanya masih hitungan bulan tetapi tak bisa dijual dengan alasan standardisasi produk.

Makanan sisa yang terbuang, baik oleh industri atau rumah tangga akan menjadi sampah atau dikenal dengan istilah food waste. Jika tak dikelola dengan baik, sampah makanan akan berakhir di tempat pembuangan sampah dan lama kelamaan timbunannya menghasilkan gas methana yang berpotensi menyebabkan ledakan.

Baca Juga : ACT Bagikan Ribuan Makanan Gratis di Ramadhan

Hal itu seperti terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, 21 Februari 2005. Lebih dari 157 warga menjadi meninggal dalam ledakan besar tersebut dan 2 desa hilang tergulung longsoran sampah. Tanggal itu kemudian diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Nasional.

Faiza Fauziah, Head of Partnership and Program Development Waste4Change mengatakan, selain dampak lingkungan, pengelolaan food waste yang buruk juga memiliki dampak sosial.

Bisa dilihat dari angka kelaparan dan kurang gizi serta stunting yang masih tinggi. Adalah sebuah ironi bahwa negara pembuang makanan terbesar kedua di dunia, juga yang tertinggi angka kelaparan dan stunting-nya.

“Selama ini memang kita mengalami kejomplangan ekonomi, masih banyak kelaparan dan yang susah makan, di sisi lain banyak makanan yang mubazir. Kalau food waste dapat dikelola dengan baik, kita bisa mengurangi kelaparan,” kata Faiza kepada Bisnis.

Waste4Change sendiri merupakan kewirausahaan sosial yang memberikan sokusi terhadap permasalahan sampah dengan prinsip perubahan perilaku dan pengelolaan. Sampah yang berasal dari gedung-gedung dan kawasan industri di Jakarta, Bekasi dan Tangerang dikelola dalam waste management service.

Sampah kering akan dibawa ke rumah pemilihan material, sedangkan sampah makanan dan organik akan didaur ulang menjadi pupuk dan kompos.

Faiza mengatakan, masyarakat Indonesia masih dalam tahap edukasi mengenai kesadaran pengelolaan dan minimalisasi food waste. Dibutuhkan kampanye dan aksi yang lebih nyata untuk menanggulangi persoalan ini. Menurut Faiza, upaya penanggulangan food waste sudah cukup masif di Indonesia, namun gerakannya masih sporadis.

Hitungan Tunjangan Hari Raya Sesuai Aturan

Previous article

Berburu Menu Berbuka Puasa di Kota Semarang

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info