News

14 Tahun Gempa Jogja, Intropeksi Warga Jogja

0
14 tahun gempa Jogja
Simulasi penanganan bencana gempa bumi

STARJOGJA.COM, Info – Hari ini, Jogja 14 tahun yang lalu, tepatnya Sabtu 27 Mei 2006 di pagi hari, gempa bumi menerjang D.I.Yogyakarta dan sekitarnya. Bantul saat itu luluh lantak serta ribuan nyawa melayang. Demikian dikutip dari akun twitter BPBD Bantul.

Dikutip dari wikipedia, United States Geological Survey melaporkan bahwa gempa terjadi sebesar 6,2 pada skala Richter.

Lokasi gempa menurut Badan Geologi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia terjadi di koordinat 8,007° LS dan 110,286° BT pada kedalaman 17,1 km.

Sedangkan menurut BMG, posisi episenter gempa terletak di koordinat 8,26° LS dan 110,31° BT pada kedalaman 33 km.itu di release sesaat setelah terjadi gempa.

Setelah data dari berbagai Stasiun yang dipunyai jejaring BMG dan dilakukan perhitungan, update terakhir BMG menentukan pusat gempa berada di 8.03 LS dan 110,32 BT(update ke tiga) pada kedalaman 11,3 Km dan kekuatan 5.9 SR Mb (Magnitude Body) atau setara 6.3 SR Mw (Magnitude Moment).

USGS memberikan koordinat 7,977° LS dan 110,318 BT pada kedalaman 35 km. Hasil yang berbeda tersebut dikarenakan metode dan peralatan yang digunakan berbeda-beda.

Secara umum posisi gempa berada sekitar 25 km selatan-barat daya Yogyakarta, 115 km selatan Semarang, 145 km selatan-tenggara Pekalongan dan 440 km timur-tenggara Jakarta.

Walaupun hiposenter gempa berada di laut, tetapi tidak mengakibatkan tsunami. Gempa juga dapat dirasakan di Solo, Semarang, Purworejo, Kebumen dan Banyumas.

Getaran juga sempat dirasakan sejumlah kota di provinsi Jawa Timur seperti Ngawi, Madiun, Kediri, Trenggalek, Magetan, Pacitan, Blitar dan Surabaya.

Pemkab Bantul yang wilayahnya juga ikut terdampak mengajak warga untuk.berdoa agar Bantul dijauhkan dari musibah.

“Mari kita berdoa semoga kita selalu di beri perlindungan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulis mereka.

BPBD Bantul menyebutkan melalui gempa bumi, Bantul bahkan Indonesia telah mendapatkan pelajaran yang sangat berharga, bahwa Penanggulangan Bencana Harus menjadi Urusan Bersama. Upaya Pengurangan Risiko Bencana harus dilakukan, dan kuncinya adalah dengan Gotong Royong.

Para penduduk Yogya yang juga ikut merasakan gempa tersehut juga membagikan momen dan pengalaman mereka saat gempa besar itu terjadi dalam akun twitternya seperti berikut ini

udah #14TahunGempaJogja tapi masih berasa traumanya…

Tak akan pernah terlupakan, banyak orang terkasih menjadi korban.. Al-fatihah #14TahunGempaJogja

Tangan ibuku satunya gendong adekku yang baru berumur beberapa hari terus tangan satunya pegang adekku yg umur 5 tahun. Bpk lagi di sawah. Dan embak yg momong malah lari sendiri.
Ak ketinggalan, terus ak brangkang sambil nangis2 ? untung gada genteng jatoh ?
#14TahunGempaJogja

Masih teringat jelas, sabtu pagi 27 mei 2006, bar muleh mlaku” terus sarapan ro nonton TV nng pojok omah, ngerti” gempa gede teko, arep mlayu raisoh akhir e ketiban lemari, tapi Alhamdulillah sak keluarga iseh diparingi slamet?
#14TahunGempaJogja

teringat 14 tahun yg lalu .
jogja berduka ? 27 mei 2006 .
wktu itu abis mandi dan siap siap mau brgkt sekolah .
ada yg msh inget wktu terjadi gempa kalian lg ngapain lur ?
#14TahunGempaJogja 

#14TahunGempaJogja Waktu iti baru mau bangun ,mau lari gabisa karna pasti jatuh, lalu aku krupukan slimut dan berdoa (berdpa mau makan) wkwkwkw karna bingung mau doa apaan. Oramg rumah pada nylametin adek dan aku terlupakan dan trauma banget

Mulai dari gw udah bangun stay di depan tv nonton kartun yang di setelin ma ayah gw.. emak gw yg lagi nyuci baju ma piring..

sampe kejebak di dalem rumah karena saking paniknya dan ga bisa nemuin kunci rumah..
#14TahunGempaJogja

Sumber : Bisnis

Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 686 Orang

Previous article

Jepang Beri Stimulus Ekonomi Senilai US$1 T

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News