News

Warga AS Mengaku Negara Tidak Terkendali

0
tekanan psikologis orang amerika
Demonstrasi di Minneapolis, Amerika Serikat pada Selasa (26/5/2020) memprotes kematian George Floyd. (Carlos Gonzalez - Star Tribune melalui Getty Images)

STARJOGJA.COM, Info – Penyebaran Covid-19 membuat stigma negatif pada Presiden Donald Trump menguat. Sebanyak 8 dari 10 responden yang merupakan warga AS meyakini bahwa kondisi di AS tidak lagi terkendali. Hanya 15 persen dari responden mengatakan AS ‘terkendali’, seperti dilansir melalui Bloomberg, Senin (8/6/2020).

Survei tersebut dilakukan pada 28 Mei hingga 2 Juni, ketika aksi protes atas kematian seorang warga kulit hitam bernama George Floyd di Minnesota meluas.

Namun, laporan pekerjaan bulanan untuk Mei yang dirilis pada Jumat (5/6/2020) dengan hasil lebih kuat dari perkiraan mungkin bisa mengubah pandangan itu.

Baca Juga : Los Angeles Akan Memangkas Anggaran Polisi

Survei ini juga dilakukan ketika angka kematian Covid-19 di AS menembus 100.000 dan terus meningkat. Per Minggu (7/6/2020), jumlah kasus Covid-19 di Negeri Paman Sam telah menembus 2 juta, dengan lebih dari 110.000 orang di antaranya meninggal dunia.

Baca Juga : Bernie Sanders Kecam Pembatalan Prapemilu AS di New York
Secara gabungan, sekitar 63 persen responden mengatakan mereka sangat atau agak khawatir bahwa diri mereka atau seseorang dalam keluarga mereka dapat terjangkit Covid-19.

Angka itu lebih rendah dari 73 persen pada bulan April. Sebagian besar penurunan ini datang dari responden yang diidentifikasi sebagai pendukung Partai Republik.

Di sisi lain, sekitar 46 persen responden menggambarkan kondisi ekonomi saat ini ‘buruk’, persentase tertinggi sejak September 2012 untuk pertanyaan itu.

Sekitar sepertiga, yakni 31 persen, mengatakan kondisi ekonomi ‘sedang-sedang saja’, sedangkan 17 persen mengatakan ekonomi dalam keadaan baik dan 5 persen menyebutnya sangat baik.

Kemudian, 35 persen berpendapat virus Corona akan dapat dibendung di AS, ke titik ekonomi dapat kembali normal, pada tahun berikutnya. Angka ini lebih tinggi dari 26 persen dalam jajak pendapat yang dilakukan pada April.

Sebanyak 22 persen mengatakan kondisi itu akan tercapai beberapa bulan ke depan, turun dari 45 persen, dan 17 persen mengatakan akan memakan waktu lebih dari setahun atau naik dari 6 persen dua bulan lalu.

Hampir dua per tiga responden, yakni 66 persen, mengatakan akan merasa tidak nyaman terbang dalam pesawat untuk saat ini atau menghadiri pertemuan umum yang dihadiri oleh banyak orang. Selain itu, 54 persen mengatakan akan merasa tidak nyaman makan di restoran.

Survei NBC-Wall Street Journal juga menunjukkan besarnya dukungan untuk kandidat Presiden AS dari Demokrat, Joe Biden. Secara nasional, Biden unggul dari Trump dengan selisih 7 poin, yakni 49 persen terhadap 42 persen, atau tidak berubah dari April.

Sumber : Bloomberg

Mahasiswa di Sleman Harus Ikut Rapid Test

Previous article

Wow, EA Segera Luncurkan 25 Gim

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News