Kab Sleman

45 Kali, Merapi Mengeluarkan Guguran Lava Pijar

0
lava pijar merapi
Gunung Merapi mengeluarkan lava pijar yang terlihat dari Tunggularum, Wonokerto, Turi, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (7/1/2021). Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) D.I Yogyakarta mencatat pada periode pengamatan Kamis (7/1) pukul 18:00-24:00 WIB Gunung Merapi mengalami guguran lava pijar sebanyak 10 kali dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah Kali Krasak. - Antara/Andreas Fitri Atmoko.

STARJOGJA.COM, Info – Selama 12 jam Gunung Merapi mengeluarkan guguran lava pijar sebanyak 45 kali. Peningkatan aktivitas ini terpantau pada periode Minggu (10/1/2021) 18.00 WIB hingga 24.00 WIB tercatat 26 kali dan Senin (11/1/2021) pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB sebanyak 19 kali.

Pada Senin (11/1/2021) pagi cuaca sekitar Merapi teramati cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 16-21 °C, kelembaban udara 75-95 %, dan tekanan udara 566-685 mmHg. Kondisi visual gunung terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas sedang hingga tebal dan tinggi 400 meter di atas puncak kawah. Pada periode ini terjadi 19 kali guguran lava pijar.

BACA JUGA : Gunung Merapi Mengeluarkan Tiga Kali Guguran Lava

“Guguran lava pijar teramati 19 kali jarak luncur maksimum 600 meter arah hulu kali Krasak,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida, Senin (11/1/2021).

Aktivitas kegempaan periode Senin pagi ini terpantau guguran terjadi 42 kali dengan amplitudo 3-21 mm dan durasi antara 10 detik hingga 69 detik. Gempa embusan terjadi 7 kali dengan amplitudo antara 2-3 mm dan durasi 9 detik sampai 17 detik. Gempa fase banyak terjadi 46 kali dengan durasi antara 5 sampai 10 detik dan gempa vulkanik dangkal terjadi 7 kali amplitude 31-68 mm dengan durasi antara 10 detik hingga 20 detik.

Sedangkan periode pengamatan Minggu (10/1/2021) antara pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB, Cuaca cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah ke arah timur. Suhu udara 13.5-21 °C, kelembaban udara 75-83 %, dan tekanan udara 625.8-687 mmHg. Volume curah hujan 3 mm per hari. Gunung tampak jelas, kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal dan tinggi 150 meter di atas puncak kawah. Pada periode ini terjadi 26 kali guguran lava pijar.

“Guguran lava pijar [periode Minggu 18.00-24.00 WIB] terjadi sebanyak 26 kali dengan jarak luncur maksimum 900 meter ke arah hulu Kali Krasak. Selain itu terdengar satu kali suara guguran dari pos Babadan,” kata Hanik.

Adapun aktivitas kegempaan periode Minggu malam terpantau guguran terjadi 44 kali dengan amplitudo 3-33 mm dan durasi antara 10 detik hingga 188 detik. Gempa embusan terjadi 9 kali dengan amplitudo antara 2-8 mm dan durasi 12 detik sampai 63 detik. Gempa fase banyak terjadi 38 kali dengan durasi antara 5 sampai 9 detik dan gempa vulkanik dangkal terjadi 15 kali amplitude 33-75 mm dengan durasi antara 11 detik hingga 44 detik.

Dengan demikian dalam semalam atau 12 jam terjadi guguran lava pijar 45 kali terdiri atas periode pengamatan Minggu (10/1/2021) pukul 18.00 WIB hingga 24.00 WIB terjadi 26 kali dan periode Senin (11/1/2021) antara pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB terjadi 19 kali.

 

Sumber : Harianj0gja

Ketua DPR AS Tegas Melanjutkan Memakzulkan Donald Trump

Previous article

Hujan Abu Tipis Gunung Merapi di Sisi Timur

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman