Kota JogjaNews

Lansia Jadi Korban Penerapan Prokes yang Kendor

0
lansia korban prokes
SUMBER : freepick

STARJOGJA.COM. JOGJA – Lansia Jadi Korban Penerapan Prokes yang Kendor. Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, Berty Murtiningsih menyatakan berdasarkan data angka kematian akibat Covid-19 di DIY didomonasi oleh warga lanjut usia atau lansia.

“Lebih dari 80 persen [kematian akibat Covid adalah lansia],” kata Berty, Rabu (21/4/2021).

Dia mengakui bahwa saat ini penularan Covid-19 masih cukup tinggi sehingga perlindungan keterpaparan pada lansia sangat diperlukan.  Berty juga meminta protokol kesehatan harus selalu dilakukan kapanpun dan dalam situasi apapun, bahkan meski vaksinasi telah dilakukan, karena vaksinasi tidak menjamin orang untuk tidak terpapar Covid-19, melainkan mengurangi resiko keparahan yang ditimbulkan dari virus SARS CoV-2 penyebab Covid-19.

“Melindungi lansia yang merupakan kelompok masyarakat yang paling berisiko bila terpapar Covid-19. Lansia Jadi Korban Penerapan Prokes yang Kendor,” kata Berty.

Dia belum bisa memastikan kenaikan kasus positif Covid dan kematian di DIY terjadi karena faktor libur Paskah beberapa, waktu lalu karena perlu analisa lebih jauh.

“Yang jelas penularan masih terjadi di masyarakat dan lansia adalah kelompok rentan yang perlu dilindungi, mestinya prokes harus terus jadi hal yang utama dipotimalkan. Bila prokes kendor, ya penularan pasti akan terjadi, lansia yang paling rentan akan menjadi korbannya,” ujar Berty.

Disinggung soal ketersediaan tempat tidur atau bed khusus Covid-19, Berty mengatakan kapasitas tempat tidur khusus pasien Covid-19 di rumah sakit baik yang critical maupun non-critikal mash sekitar 40%, “Jadi [kapasitas bed khusus pasien Covid-19] tidak masalah,” ujarnya.

Berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 DIY, angka kematian sampai 20 April 2021 sebanyak 910 kasus. Angka harian kasus kematian fluktuatif atau naik turun. Per 20 April ada empat kasus, 19 April enam kasus, 18 April enam kasus, 17 April sembilan kasus, 16 April enam kasus, 15 April lima kasus, 14 April lima kasus, 13 April tujuh kasus, 12 April tiga kasus, 11 April enam kasus, 10 April tujuh kasus, 9 April enam kasus, dan 8 April lima kasus.

SUMBER : Harian Jogja

Jateng Akan Punya Industri Kaca Terbesar di Asia Tenggara

Previous article

IDI Sarankan Alat Shalat di Masjid dan di Rumah Dipisah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja