News

Saat Bumi Dilanda Badai Matahari Tahun 2022

0
badai matahari
Ilustrasi gerhana matahari

STARJOGJA.COM, Info –   Lapan menginformasikan bahwa selama 24 jam terakhir pada 3 Februari 2022, bumi dilanda badai geomagnet atau yang biasa disebut badai matahari.

Dikutip dari akun instagram Lapan, badai itu tergolong menengah atau storm level. Badai itu terjadi pada indeks gangguan lokal (K Indeks) terekam dari data geomagnet di balai pengamatan Antariksa dan Atmosfer (BPAA) Sumedang.

Data tersebut mencatat K indeks mencapai 6 Dst Indeks -75 nT dan di lintang tinggi tercatat Kp mencapai 5. Adapun, puncak badai geomagnet terjadi pada pukul 11.00UT atau 18.00 WIB dan mengalami pemulihan dengan cepat sehingga kondisi aktivitas geomagnet sudah kembali tenang pada pukul 23.00UT atau 06.00 WIB pada keesokan harinya waktu lokal.

Penyebab badai geomagnet ini menurut Lapan diperkirakan adalah arus angin matahari berkecepatan tinggi yang berasal dari lubang korona matahari yang geo efektif memanjang dari piringan tengah matahari hingga ke tenggara. Baca Juga :

“Badai geomagnet tingkat menengah ini berpotensi menyebabkan gangguan komunikasi radio HF (gelombang pendek),” tulis penjelasan mereka.

Selain itu, badai geomagnet juga berpotensi mengganggu jaringan listrik di wilayah dekat kutub (lintang tinggi) dan gangguan wahana antariksa. Badai Magnetik atau Badai Magnet adalah sebuah gangguan sesaat yang terjadi pada magnetosfer yang disebabkan oleh gangguan pada interplanetary medium. Badai tersebut terjadi akibat dari letupan lidah api besar yang terjadi di Matahari.

Badai magnetik yang bermuatan partikel akan menyebabkan gangguan geomagnetik. Jika badai ini mencapai kekuatan besar, dapat menyebabkan beberapa dampak yang bisa mengganggu aktivitas manusia.

Ada beberapa dampak yang ditimbulkan dari badai magnet ini, seperti gangguan satelit, gangguan telekomunikasi, serta gangguan peralatan listrik Ada dua jenis badai magnet, yaitu badai magnet non-periodik dan badai magnet periodik.

Badai magnet non-periodik biasanya disebabkan oleh pelontaran massa korona (CME). Sedangkan, magnet periodik disebabkan oleh lubang korona atau lubang korona yang disertai dengan pelontaran massa korona. Pada umumnya kemunculan massa korona dengan tingkat energi yang cukup tinggi memicu terjadinya badai magnet non-periodik dengan kategori besar atau badai hebat.

 Sumber : BISNIS

13 Meninggal dalam Kecelakaan Bus di Bukit Begi

Previous article

Kemenag Keluarkan Aturan Pelaksanaan kegiatan Peribadatan di Rumah Ibadah

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News