Kab SlemanNews

Bokesan Ditetapkan Sebagai Kampung Nila

0
kepala Badan Pangan Nasional
Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Heru Saptono

STARJOGJA.COM, SLEMAN – Pemerintah Kabupaten Sleman, meresmikan Dusun Bokesan, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, sebagai Kampung Nila.

Ketua Kelompok Tani Ikan Mina Ngremboko Saptono mengatakan setiap bulannya di Dusun Bokesan mampu menghasilkan 8,5 juta ekor ikan dengan akumulasi pendapatan penjualan seluruh macam ikan per tahunnya mencapai Rp16 miliar hingga Rp17 miliar.

“Kami mengapresiasi atas langkah pemerintah kabupaten yang meresmikan Dusun Bokesan sebagai Kampung Nila yang mampu memotivasi para petani terlebih yang tergabung ke dalam kelompok untuk semakin mengembangkan ‘skill’ dan pengetahuannya terhadap budi daya ikan,” katanya.

Baca juga: 24 Desa Ramaikan Festival Desa Wisata Sleman

Peresmian Dusun Bokesan sebagai Kampung Nila yang dilakukan di halaman Kantor Kelompok Petani Ikan Ngremboko, Kamis, (29/11/2018), ditandai dengan penyerahan miniatur kampung nila oleh Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman Heru Saptono kepada Camat Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih.

Menurut Heru, dipilihnya Dusun Bokesan ini karena sebagian besar penduduknya sudah melakukan budi daya ikan nila sejak lama namun belum terintegrasi.

Oleh karena itu, untuk dapat mengintegrasikan semua penduduk yang membudidayakan ikan maka dibentuklah Kampung Nila.

“Tujuannya agar dalam proses budi daya ikan ini lebih terintegrasi, di samping itu juga Dusun Bokesan ini ke depannya akan dijadikan sebagai Kampung Nila yang terintegrasi tidak hanya dengan Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan saja tetapi juga dengan sektor pariwisata,” katanya.

Ia mengatakan nantinya Kampung Nila Bokesan ini tidak hanya menjadi tempat budi daya dan jual beli ikan saja tetapi juga akan menarik wisatawan untuk melihat pemandangan yang disuguhkan sembari menyantap hidangan ikan.

“Selain itu juga ada wisata edukasi. Kami mendapat bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan berupa Balai Kusuka yang digunakan untuk proses edukasi pelatihan bagi sumber daya manusia (petani) yang ada di situ. Harapannya petani bisa meningkat ketrampilan dan pengetahuannya,” katanya.

 

Gempa Kulonprogo Akibat Pergerakan lempeng Indo-Australia

Previous article

Drone Bantu Tembok Besar China dari Keruntuhan

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kab Sleman