FeatureKab Sleman

Wayang Kancil Kini Hidup Lagi

0
Wayang Kancil
(foto : lokal101.com)

STARJOGJA.COM, Sleman – Wayang Kancil dipopulerkan oleh Ki Ledjar Subroto atau Mbah Ledjar. Namun, pada Sabtu 23 September 2017 lalu Mbah Ledjar meninggalkan dunia. Saat ini Wayang Kancil bisa ditemui lagi Jalan Balai Budaya Minomartani, Tegalrejo RT32/12, Minomartani, Ngaglik, Mladangan, Minomartani, Ngaglik Sleman DI Yogyakarta.

Melalui pagelaran Wayang Kancil 2019 lakon Candapinggala oleh Ki Eddy Pursubaryanto. Ki Eddy mengatakan wayang ini seperti wayang kulit biasa hanya saja ceritanya diambil dari dongeng kancil.

“Wayang ini semacam merk karena wayang ini isinya binatang dongengnya bukan dari nusantara saja bisa dari luar termasuk luar Indonesia itu sudah ada 1920 dipopulerkan Raden Mas Said Surakarta,” katanya kepada Starjogja 101,3 FM Rabu (6/2/2019).

Baca Juga : Hingga Wafat , Ki ledjar Setia Jaga Kelestarian Wayang Kancil

Ki Eddy mengatakan saat ini menyesuaikan perkembangan zaman. Beberapa pemantasan menggabungkan tokoh binatang dalam kehidupan sehari-hari.

“Tahun lalu kita pentaskan lakon Sang Pangeran. Gabungan antara wayang kulit purwo digabungkan wayang binatang, itu (gabungan) selalu bisa,” katanya.

Ia menjelaskan untuk pementasan pada 7 Februari 2019 di Balai Budaya Minomartani berlakon Candapinggala adaptasi kitab Tantri Kamandaka khusus tokoh tokoh binatang.

“Tahun 1980-an dikenalkan Ki ledjar saya diminta untuk sosialisasi lagi. Tahun lalu Balai Budaya menampilkan, Tahun ini sebulan sekali menampilkan Wayang ini untuk mengharagai Ki Ledjar,” katanya.

Hingga saat ini setidaknya ada 10-15 dalang yang sudah biasa memainkan wayang peninggalan Ki ledjar. Jumlah ini sudah termasuk dalang yang baru.

“Kalo bahasa jawa urip-urip. Kita perlu ternyata, penonton juga perlu dicetak ternyata,” katanya.

Film Cold Pursuit Batalkan Peluncuran Perdana

Previous article

Bunga Anggrek di Kotabaru Hilang

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Feature