Kota JogjaNews

Kasus Malaria Masih Ditemui di Wilayah Pegunungan Menoreh

0
eliminasi malaria
Ilustrasi nyamuk penyebab malaria

STARJOGJA.COM, JOGJA – Malaria masih menjadi masalah kesehatan DIY terutama di Kabupaten Kulon Progo. Hingga Juli, Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo telah menemukan 14 kasus Malaria. Kasus Malaria masih ditemui di wilayah Pegunungan Menoreh.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kulon Progo Baning Rahayujati mengatakan temuan ini menunjukkan penurunan signifikan semenjak tahun 2016.

” Pada tahun 2016 ada 94 kasus, 2017 ada 86 temuan dan 2018 ada 29 temuan kasus Malaria. Jumlahnya terus menurun,” kata Baning kepada Radio Star Jogja FM, Jumat (12/07).

Menurutnya, Malaria di Kulonprogo hanya terjadi di wilayah pegunungan Menoreh yang terdapat 4 kecamatan, yakni Samigaluh, Kokap, Girimulyo dan Kalibawang.

” Nyamuk Anopheles masih ditemukan di wilayah itu. Nyamuk jenis ini hanya bisa hidup di wilayah pegunungan,” lanjutnya.

Ia menyebut masyarakat bisa mengenali tanda-tanda penyakit malaria klasik seperti adanya demam, menggigil dan beberapa gejala yang lain. Pengenalan ini menjadi penting guna menghindarkan keterlambatan penanganan pada penderita.

” Harus diwaspadai karena di daerah endemis yang masih sering ditemui Malaria, gejala-gejala tadi malah hilang. Makanya sering terlambat ditangani,”

Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, akan mengumpulkan data dan laporan perkembangan kasus malaria di tengah masyarakat melalui petugas kesehatan di tingkat desa dan puskesmas.Pemkab menargetkan bebas malaria pada 2021, dan mendapat sertifikat eliminasi malaria.

“Dari lima kabupaten/kota di DIY, hanya Kulon Progo yang belum dinyatakan bebas malaria dan belum mendapat sertifikat eliminasi malaria. Untuk itu, kami akan mengupayakan bebas malaria 2021,” katanya.

Untuk mencapai target tersebut, Baning mengatakan pihaknya melakukan kegiatan surveilans termasuk surveilans migrasi, penyelidikan epidemiologi merupakan kegiatan menuju eliminasi malaria kabupaten, provinsi dan nasional.

GOJEK Gencarkan Edukasi Antikekerasan

Previous article

MOS Hanya Boleh Digelar Oleh Guru

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Kota Jogja