DPRD Dorong Pemkot Maksimalkan Anggaran pendidikan

0
anggaran pendidikan
FOTO : Hafiz

STARJOGJA.COM. JOGJA – DPRD Dorong Pemkot Yogyakarta Maksimalkan Penggunaan Anggaran pendidikan. Pemkot Jogja didorong untuk meningkatkan Pemanfaatan anggaran untuk sektor pendidikan dalam APBD 2020. Dengan anggaran pendidikan yang mencapai 40 persen dari APBD, peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan jadi sebuah tuntutan.

Dhian Novitasari, S.Pd, Pimpinan DPRD Kota Yogyakarta menyebutkan dewan berkomitmen untuk mendukung kenaikan anggaran untuk pos pendidikan. Untuk tahun ini, kenaikan anggaran mencapai Rp 12 M. Ini merupakan dukungan kepada komitmen Pemerintah kota Yogyakarta untuk meningkatkan sistem pendidikan lebih baik lagi disertai kualitas pendidikan dan kesempatan belajar bagi warga Kota Yogyakarta.

” Ini komitmen kami untuk menjaga kualitas pendidikan di Kota Pendidikan.” jelas Dhian, dalam Bincang Special di Radio Star Jogja FM, Senin (25/11).

Sementara itu, M. Ali Fahmi, SE. MM, Anggota Komisi D DPRD Kota Yogyakarta mengatakan kenaikan pos dana pendidikan itu diharapkan bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan kualitas PAUD, kenaikan insentif guru, peningkatan layanan pendidikan inklusi serta peningkatan kesejahteraan guru kejar paket A dan B.

BACA JUGA : Pemkot Jogja Didorong Tambah Fasilitas RTHP

Baginya, Pendidikan dasar menjadi pondasi yang baik untuk jenjang pendidikan tahap berikutnya sehingga perlu diperkuat dan ditingkatkan kualitas.

” Tingkatkan juga layanan sekolah inklusi yang bisa mengcover anak berkebutuhan khusus,” pintanya.

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta, Dedi Budiono menjelaskan perbaikan kualitas penyelenggaraan pendidikan dilakukan dengan sejumlah langkah, diantaranya adalah optimalisasi kualitas guru , pendekatan pendidikan berbasis IT serta monitoring siswa berbasis android.

Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta melakukan upaya peningkatan kompetensi guru melalui program pengembangan pembelajaran berbasis zonasi. Jika dulu penyelenggaraan diklat dipusatkan,maka sekarang dilakukan dengan memberdayakan guru di kawasan yang lebih kecil. Proses pembelajaran ini digelar dari guru dan untuk guru sendiri.

” Dengan konsep ini, program peningkatan kualitas ini bisa lebih banyak mengcover guru,”  terangnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here