News

Indonesia Resesi tapi Tetap Percaya Diri

0
twibbon HUT RI
Bahasa Indonesia

STARJOGJA.COM, Info – Pengakuan pemerintah soal ekonomi Indonesia mengalami resesi tahun ini sudah diprediksi. Namun, pemerintah percaya diri bahwa resesi Indonesia tidak akan separah negara lainya.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu menjelaskan indikasi pelemahan ekonomi memang sudah tampak sejak awal tahun. Apalagi pemerintah saat ini juga sudah melihat bahwa pada kuartal II/2020 dan kuartal III/2020 perekonomian berpotensi mengarah ke angka negatif.

“Ini sudah jelas resesi, tetapi dalam menilai resesi ini penting untuk melakukan perbandingan yang fair,” kata Febrio, Kamis (1/10/2020).

Baca Juga : Sandiaga Uno : Ribut Soal Resesi Jadi Hal Konyol

Febrio menekankan sebagian besar negara di dunia mengalami nasib serupa dengan Indonesia. Ekonomi berangsur turun karena pandemi yang tak jelas kapan berakhir. Beberapa negara bahkan mencatatkan resesi yang lebih parah dari Indonesia.

Dia mengambil contoh India yang tercatat minus 24 persen atau negara-negara lainnya yang mayoritas ekonominya terkontraksi di kisaran 10 persen – 15 persen.

Dengan demikian, lanjut Febrio, meski Indonesia mengalami resesi namun cara melihatnya harus menggunakan perpektif yang luas. Apalagi jika ekonomi Indonesia hanya minus 1,7 persen – minus 0,6 persen kondisi ini jauh lebih baik dengan kondisi perekonomian negara-negara di atas.

“Kita mengatakan bahwa ini adalah masalah yang sangat berat. Tetapi kita juga melakukan targeting dan tetap berhati-hati,” tukasnya.

Seperti diketahui, Kementerian Keuangan mengubah proyeksi pertumbuhan ekonomi dari sebelumnya -1,1 persen – 0,2 persen menjadi -1,7 persen hingga -0,6 persen. Perubahan outlook ini dilakukan melihat perkembangan ketidakpastian akibat pandemi yang terus berlangsung.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan bahwa perkembangan kasus Covid-19 akan mempengaruhi aktivitas ekonomi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dia menjelaskan dari sisi permintaan di kuartal III/2020 konsumsi rumah tangga masih diperkirakan pada zona kontraksi yaitu minus 3 persen hingga minus 1,5 persen dengan total outlook 2020 konsumsi kita berarti pada kisaran kontraksi minus 2,1 persen hingga minus 1 persen.

“Untuk konsumsi pemerintah di Kuartal ketiga karena akselerasi belanja yang luar biasa mengalami positif sangat tinggi hingga 17 persen,” kata Sri Mulyani, Selasa (22/9/2020).

Sri Mulyani menambahkan bahwa peningkatan kinerja konsumsi pemerintah tersebut didorong oleh kebijakan belanja atau ekspansi sebagai cara untuk counter cyclical.

Adapun Sri Mulyani menambahkan bahwa hampir sebagian besar lembaga global memproyeksikan memang memproyeksikan ekonomi Indonesia akan terkontraksi hingga akhir tahun. OECD, misalnya, lembaga tersebut memperkirakan ekonomi Indonesia akan berada di kisaran minus 3,3 persen.

Sumber : Bisnis

Bayu

Menteri Agama Fachrul Razi Sembuh dari Covid-19

Previous article

Spider-Man Remastered Tampilkan Wajah Peter Parker

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News