Esai

Anak Kecanduan Youtube Salah Siapa ? Begini Tipsnya

0
Festival Langen Carito Sleman
perbanyak aktifitas fisik salah satunya melalui dolanan anak ( foto : DESI S/ Harianjogja)
STARJOGJA.COM, Yogyakarta – Jaringan internet kini makin memudahkan anak-anak mendapatkan hiburan secara instant. Anak-anak bisa menonton film apa pun sesuai dengan selera mereka. Karena kemudahan ini, banyak anak yang betah berada di depan komputer maupun menonton film melalui smartphone selama berjam-jam. Anak kecanduan Youtube akhirnya.

Seperti yang saya alami sendiri, saat keponakan yang baru berumur 3 tahun itu betah di depan televisi untuk menyaksikan Youtube dengan content masak-masakan dan juga review mainan dari sebuah akun Youtube. Usai nonton, ia pun mempraktekkan apa yang ia lihat. Anak kecanduan Youtube ini seolah umum terlihat kini.

Di sisi lain, keponakan yang satunya kalau ngomong gayanya pun terbawa dengan gaya Youtuber cilik yang ia sering tonton. Gaya bicaranya pun bisa berubah-ubah. Ia juga sering mengatakan sebuah kalimat yang sama dalam bahasa Inggris secara berulang-ulang. Ia malah menjadi seperti kehilangan jati diri karena anak kecanduan Youtube.

Baca Juga : Inilah Bahayanya Jika Kecanduan Gadget

Menariknya lagi, keponakan yang kebawa gayanya itupun sering mogok sekolah karena dia tidak bisa menonton youtube. “Mam, aku di rumah saja ya, biar bisa nonton youtube,” itulah celotehnya. Karuan saja orang tuanya pun jadi serba salah.

Mau marah kok yang memperkenalkan Youtube mereka juga. Tapi kalau dipaksa sekolah mereka akan ngambek. Alhasil mereka pun memutar otak agar si kecil bisa sekolah.

Ya… Anak-anak memang membutuhkan hiburan, namun bila terlalu berlebihan tentu saja menjadi sesuatu yang bisa membawa efek negatif bagi anak-anak.

Tentu saja Anda tidak ingin buah hati  mengalami apa yang dialami oleh keponakan saya ini bukan? Bila Anda tidak ingin buah hati Anda mengalami hal yang sama, saya menyarankan agar Anda melakukan tindakan preventif ini.

Atur jadwal menonton Youtube

Bagi yang internetnya unlimited dan lancar, maka jam menonton bisa kapan saja. Semakin lancar, anak akan semakin betah menonton. Diam dan cuek jadi tandanya !

So, Jangan biarkan anak terlalu lama menonton film. Anda harus bisa membatasi anak menonton film di Youtube maksimal selama 2 jam. Itu pun sebatas hari Sabtu dan Minggu saja, sehingga tidak mengganggu jadwal belajar anak.

Memiliki list film yang ramah anak

Sebagai orang tua, Anda perlu memahami film-film apa saja yang ditonton anak di youtube atau media menonton yang lain. Bila perlu, Anda sudah memiliki list film-film yang aman untuk dikonsumsi oleh anak.

Cara yang saya lakukan adalah mencari informasi tentang judul-judul film melalui internet maupun media cetak dalam bentuk sinopsis. Ini penting dilakukan agar anak kita mendapatkan tayangan yang ramah bagi usianya. Pastikan mereka menyaksikan tontontan yang pas sesuai usia dan perkembangannya.

Pentingnya aktivitas fisik dan sosialisasi

Ini juga yang perlu diperhatikan. Anak-anak yang hobi menonton film atau Youtube, terkadang menjadi malas melakukan aktivitas tubuh dan beraktifitas dengan teman sebayanya. Anak ini akan jadi lebih gemuk dari yang lain karena tidak sering beraktifitas.

Awas, jangan sampai buah hati Anda nyaman dengan dunianya sendiri. Bagaimana pun setiap manusia membutuhkan orang lain untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi. Banyak anak-anak yang kecanduan Youtube menjadi malas bergaul dengan orang lain.

Bila dibiarkan, hal ini tentu saja akan membawa efek yang negatif, terutama bila terlalu dibiarkan hingga anak-anak menginjak usia remaja, muda, hingga dewasa. Dorong mereka untuk keluar rumah agar bersosialisasi.

Nah, bagi saya Youtube itu punya dua sisi mata uang. Menguntungkan tapi juga merugikan. Keuntungannya adalah kita bisa melihat banyak hal dan mendapatkan informasi baru yang membuka wawasan. Namun tak jarang itu akan menimbulkan efek kecanduan yang jika dibiarkan akan merugikan tumbuh kembang mereka.

Belum lagi dengan efek nyatanya, saat anak-anak kita tiba tiba berubah gaya omongan ataupun muncul kosakata baru yang belum pernah kita ajarkan. Yang lebih parah, mereka akan mencoba meniru karakter yang mereka tonton. Ini yang harus kita perhatikan bagi semuanya.

Sebagai orang tua, tentu Anda tentu juga tidak ingin bila buah hati Anda terinfeksi oleh pengaruh negatif dari konten-konten yang ada di Youtube kan ? Akan lebih bijak Anda sudah yakin dengan apa yang Anda berikan kepada sang buah hati.

Ayo saatnya jadi Orangtua yang cerdas untuk memanfaatkan Youtube untuk perkembangan buah hati kita !! Jadikan smartphone sebagai sebuah alat yang benar-benar mencerdaskan!!

Bayu

Lustrum DTETI XI FT UGM Hadirkan 3 Lomba Antar Mahasiswa

Previous article

Bank Umum Paling Banyak Diadukan ke OJK

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Esai