Flash Info

Dua Varian Baru Covid Muncul Dr Fauci Ungkap Bahayanya

0
varian covid
akar penyakit menular AS, Dr. Anthony Fauci ( foto : voa indonesia)

STARJOGJA.COM – Kemunculan varian covid baru disampaikan oleh pakar penyakit menular AS dr Anthony Fauci. Memasuki musim dingin, covid ini merupakan turunan dari subvariant BA. 5 omicron yang dinamai BQ.1 dan BQ.1.1.

Keduanya memiliki kualitas atau karakteristik berbahaya yang dapat menghindari beberapa kekebalan yang dimiliki.

CNBC melansir, kedua sublineage bertanggung jawab atas lebih dari 10% dari semua kasus AS saat ini. Fauci sendiri menyebut data ini dari Centersfor Disease Control and Prevention terbaru.

Baca juga : Varian Covid-19 Lambda, Cek Karakteristiknya

Meskipun belum dapat dipastikan apakah kedua strain tersebut dapart menyalip BA.5 sebagai varian dominan, tetapi jika mereka menyebar dengan cepat, mereka dapat meningkatkan kasus rawat inap, dan kematian.

Strain memiliki “waktu penggandaan” yang mengkhawatirkan, mengacu pada seberapa cepat mereka menyebar menurut Fauci.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris melaporkan awal bulan ini strain tersebut bahkan menunjukkan keunggulan pertumbuhan dibandingkan BA.5, yang dianggap sebagai strain Covid yang paling menular hingga saat ini.

Menurut Fauci, BQ.1.1 juga sangat mahir dalam menghindari antibodi pelindung yang Anda dapatkan dari infeksi atau vaksinasi sebelumnya.

Sementara itu, dilansir dari Time, BQ.1 dan BQ.1.1 diturunkan dari BA.5, subvarian Omicron yang saat ini menyumbang sekitar 68% dari kasus COVID-19 di AS.

Dari keduanya, BQ.1.1 lebih mengkhawatirkan, kata Dr. Eric Topol, pendiri Scripps Research Translational Institute dan pengamat penelitian COVID-19. Keduanya memiliki sejumlah mutasi relatif terhadap BA.5, tetapi BQ.1.1 “hanya dipenuhi dengan mutasi yang merepotkan” yang dapat “menimbulkan ancaman bagi respons sistem kekebalan kita,” kata Topol.

dr Fauci mengatakan BQ.1 dan BQ.1.1, dapat dicegah dengan booster khusus Omicron baru yang dirancang untuk menargetkan BA.4 dan BA.5,

Menurut dr Fauci, vaksin baru tersebut “hampir pasti” akan memberikan perlindungan silang terhadap dua varian baru tersebut.

Sedangkan Dr. Eric Topol menyebutkan diperlukan lebih banyak penelitian tentang BQ.1 dan BQ.1.1, tetapi sebuah penelitian yang diposting online pada bulan Oktober (yang belum ditinjau oleh rekan sejawat) memperingatkan bahwa “kekebalan kelompok saat ini dan penguat vaksin BA.5 mungkin tidak memberikan perlindungan yang cukup luas terhadap infeksi.

Fakta baru yang ditemukan oleh para peneliti mengatakann bahwa BQ.1.1 mampu menghindari antibodi dari infeksi BA.5 sebelumnya, yang menunjukkan mungkin juga dapat menghindari perlindungan dari vaksin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS baru-baru ini memperingatkan penyedia layanan kesehatan bahwa Evusheld mungkin tidak menetralisir semua varian SARS-CoV-2. Peneliti juga menemukan bahwa obat antibodi monoklonal termasuk Evusheld, yang digunakan untuk melindungi orang yang kekebalannya terganggu dan tidak merespon dengan baik terhadap vaksin COVID-19 kurang efektif melawan BQ.1.1.

Sumber : Bisnis.com

Penulis : Maylin Angelica

Bayu

Yang Ditunggu, Sam Smith Rilis Album “Gloria” 27 Januari 2023

Previous article

Fenomena Godoksa ‘Lonely Death’ di Korea Selatan 

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Flash Info