News

Mahfud MD : Pelantikan Menteri Jokowi Rabu Lusa

0
Mahfud MD swab test
Pelantikan menteri Jokowi (bisnis)

STARJOGJA.COM, News – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan bersedia menjadi menteri Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada periode 2019—2024. Pelantikan menteri Jokowi ini akan dilaksanakan pada Rabu lusa.

Pernyataan itu disampaikan oleh Mahfud seusai bertemu oleh Presiden di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Mahfud adalah tokoh pertama yang muncul pertama kali di depan wartawan Istana pada Senin pagi ini. Pelantikan menteri Jokowi tidak akan lama lagi setelah pengumuman.

“Saya tadi dipanggil oleh Bapak Presiden. Intinya saya diminta beliau untuk menjadi salah seorang menteri, yang kalau tidak berubah akan dilantik besok lusa, hari Rabu (23/10/2019). Pagi sudah berkumpul di sini,” kata Mahfud kepada Bisnis.

Baca Juga : Amien Rais : Mahfud MD Sok Tahu

Mahfud, pakar hukum yang pernah disebut-sebut akan menjadi Calon Wakil Presiden Jokowi di Pilpres 2019 itu, menyatakan bersedia menjadi menteri dan siap membantu negara.

Kendati demikian, Mahfud belum tahu akan menjadi menteri apa di pemerintahan kali ini. Mahfud mengatakan Jokowi tidak menyebutkan posisi apa yang akan diberikan kepada dirinya.

“Kalau dari cerita-cerita saya tadi dengan Bapak Presiden bisa di bidang hukum, bisa di politik, dan bisa di agama juga. Seperti yang selama ini diisukan. Kan saya banyak disebut, katanya Menkumham, Jaksa Agung, Menteri Agama, katanya apa lagi. Pokoknya di bidang itu,” kata Mahfud.

Mohammad Mahfud MD lahir di Sampang, Madura, Jawa Timur, 13 Mei 1957. Dia adalah politisi, hakim, akademisi, dan hakim.

Mahfud meraih gelar profesor hukum tata negara di Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta. Kemudian meraih guru besar bidang politik hukum pada 2000.

Di tahun yang sama, Mahfud dipilih menjadi Menteri Pertahanan era Presiden Abdurrahman Wahid periode 2000—2001. Saat itu pula dia merangkap sebagai Menteri Kehakiman dan HAM pada 2001.

Selepas jadi menteri, Mahfud bergabung dengan Partai Kebangkitan Bangsa yang juga didirikan Gus Dur. Saat itu dia menjadi Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB 2002—2005.

Selama di partai, Mahfud menjadi Anggota DPR duduk di Komisi III (2004-2006), Komisi I (2006-2007), duduk di Komisi III (2007-2008), dan Wakil Ketua Badan Legislatif (2007-2008).

Setelah itu dia keluar dari PKB karena terpilih menjadi ketua Makhkamah Konstitusi (MK) 2008—2013. Kini, Mahfud akan dilantik menjadi menteri Presiden Joko Widodo.

Seusai bertemu Jokowi, Mahfud bercerita mengenai cerita pemanggilan dirinya ke Istana Kepresidenan. Pada Senin (21/10/2019) pukul 03.00 WIB, dia bercerita dirinya dikirimi pesan instan oleh pihak Istana.

“Di-WA [WhatsApp]. Bapak besok datang ke istana diundang oleh bapak presiden. Saya bangun jam 3 mau sholat tahajud itu, kok ada pesen?” kata Mahfud di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (21/10/2019).

Mahfud bercerita bahwa dirinya akan dilantik sebagai menteri pada Rabu (23/10/2019). Kendati demikian, Mahfud belum mengetahui dirinya akan menjadi menteri apa di pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin periode 2019-2024.

Dipilihnya Mahfud sebagai menteri sepertinya tidak akan segagal dia saat akan dijadikan calon wakil presiden (cawapres) menemani Jokowi.

Agustus tahun lalu Mahfud bercerita sempat dihubungi pihak istana malam hari sebelum Jokowi mengumumkan pasagannya untuk pemilihan presiden 2019 atau pada Rabu (8/8/2018).

Baju putih pun dia siapkan. Akan tetapi detik-detik pengumuman cawapres berubah. Jokowi memilih KH Ma’ruf Amin.

Meski gagal jadi cawapres, Mahfud tidak sakit hati. Baginya itu sudah biasa di dunia politik. Buah kesabarannya, dia bakal menjadi pembantu Jokowi di kabinet dua hari lagi dan kemungkinan besar tidak batal karena presiden yang bicara langsung.

Bayu

Jokowi Kemungkinan Pilih 16 Menteri dari Parpol

Previous article

Erick Thohir Dipanggil Jokowi Jadi Menteri

Next article

You may also like

Comments

Leave a reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in News